Memory

Memory
Last Season

Jejakku

Jumat, 14 Mei 2010

Biru






Seluas mega membentang mengelilingi jagat raya
Selembut bayu yang sepoi mengalur dihamparan savana
Sedamai hati yang tertidur dalam pelukan sang bunda
Berseri menceriakan guliran hari tanpa ada jeda

Itulah Biru
Biru dilangit, biru dihatimu, birunya laut, atau bahkan biru yang sengaja tebarkan dalam tapak hidupku

Tenang menghanyutkan
Menggulung kesedihan
Menyurutkan kemarahan
Mengajarkan keindahan

Tak mampu kusandingkan dengan biru apapun
Tidak dengan birunya awan yang mengantung dilangit
Tidak pula dengan indahnya deburan pantai
Atau bahkan dengan birunya hatimu

Ini adalah biruku
Biru yang tak lagi murni biru
Biru yang bercambur bilur luka
Biru yang menganga oleh merahnya sebuah noktah
Biru penuh emosi pertanda sebuah ketakutan
Bahkan sebuah kesedihan
Ya itulah biruku
Takkan pernah sama dngan apapun
Maka biarkan aku menikmati biru ini sendiri
Dalam senja yang selalu setia menemani dalam kesendirian.
Cukup aku dan senja dalam balutan Biru.


Rumah Pohon
15 mei 2010
06.00 wib

2 komentar:

  1. Maka biruku pun tak kan pernah serupa milikmu.. segaris warna penghias relung yang merasuk nyaris hgga pori2 kulitku..

    BalasHapus
  2. serupa tapi tak sama
    sama tak segaris
    segaris tak sejajar
    sejajar tapi berbeda sudut
    itulah aku dan kamu
    sejatinya tak pernah sama
    tapi perbedaan itu yang membuat kita menyatu dalam BIRU.

    BalasHapus

Silahkan Meninggalkan Jejak Anda